Kamis, 24 Oktober 2019

perjalanan mencari naskah kuno



Assalamua’alaikum teman-teman, pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi pengalaman dan informasi mengenai peninggalan sejarah yang merupakan warisan nenek moyang kita pada zaman dulu. Warisan ini berupa teks masa lampau yang menceritakan mengenai sebuah peristiwa (naskah kuno). Sebelum membahas mengenai penginggalan sejerah, penulis ingin bercerita sedikit tentang pengalaman dan perjuangan dalam perjalanan penulis dan kawan-kawan untuk mendapatkan informasi mengenai naskah kuno tersebut.
                                              
Pada hari minggu pukul 14.00 saya dan teman-teman berkumpul di depan rumah sakit Unram. Setelah berkumpul kami pun berangkat ke kuripan. Dalam perjalan kami ke kuripan, kami melewati jalan By Pass. Setelah sampai di kuripan 2 kali kami kesasar karena lupa jalan menuju rumah teman kami. Kami pun menyusuri kembali jalan sebelumnya untuk mengingat-ingat jalan menuju kerumah teman kami untuk beristirahat. Sesampai kami dirumah teman kami kami disiapkan nasi bungkus dan es campur yang enak. Diberitahukan kepada kami bahwa mamik bisa ditemui pada pukul 17.00 karena beliau akan mengikuti nyongkolan. Sambil menunggu, kami memulai berdiskusi untuk pertanyaan yang akan kita lontarkan kepada mamik. Diskusi ini kami selingi dengan candaan agar tidak terlalu membosankan.
Setelah lama menunggu akhirnya pukul 17.00 tiba kami pun berangkat kerumah mamik. Dalam perjalanan kami kerumah mamik, kami menemukan orang yang sedang nyongkolan. Kami dikagetkan oleh seseorang yang ikut nyongkolan yang tiba-tiba mendekat dan berjoget didekat kami. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan dan Akhirnya kami sampai disana. Seluruh keluarga mamik pun menyambutkan kami dengan senyuman.
                                            
Kami pun dipersilahkan duduk di teras rumah mamiq. Mamiq ini bernama mamiq Upi, dari desa Sengkoah Kuripan. Beliau masih terbilang muda dan memiliki satu anak. Mamiq Upi mulai membaca dari kecil karena keturunannya. Beliau mulai menulis bahasa Kawi atau naskah kuno dari tahun 2017. Macam-macam takepan yang beliau ketahui adalah :
1.      Rengganis
2.      Puspekerme
3.      Ajar wali ( garuda pako ) adalah untuk pengobatan orang bisu.
4.      Markum adalah khusus untuk pengajian menggali harekat dan syariat.
5.      Purwe dak sirne, yakni takepan yang berisi perjalanan hidup setelah mati.
6.      Joharsyah, yakni takepan yang digunakan saat syukuran rumah.
7.      Khayatnur/nabi paras, yakni takepan yang digunakan saat cukur rambut untuk anak kecil.
8.      Jati sware, yakni takepan yang berisi tentang persiapan perjalanan diri.
                                 
Setelah beliau menyelesaikan penjelasannya tentang naskah kuno beliau menanyakan asal kami dan diselingi dengan candaan. Pukul 18.30 kami pun meminta izin pulang karena sudah malam. Sebelum kita pulang kami meminta foto untuk dijadikan dokumentasi atau kenang-kenangan. Kami pun bersalaman dan berterima kasih kepada mamiq Upi karena sudah mau berbagi informasi dan pengetahuannya tentang naskah kuno atau takepan. Mungkin ini saja dulu dari saya tentang naskah-naskah kuno yang ada di daerah Lombok . Pesan dari saya bahwa kita sebagai anak muda atau generasi muda harus melestarikan apa yang diwariskan oleh leluhur kita dengan cara mulai mencari dan mempelajari apa saja bentuk dari peninggalan-peninggalan lelehur yang harus kita lestarikan. Kita juga sebagai generasi muda kita harus mengetahui seluk beluk dari daerah kita sendiri untuk melanjutkan serta melestarikan kebudayaan. Semoga bermanfaat ya :)
                                       



                    

38 komentar:

  1. Terima kasih, ini sangat bermanfaat ☺

    BalasHapus
  2. Waaaahhhhh,,, good job Venny. Terima kasih sudah mau mempelajari peninggalan karya sastra daerah kami, kami merasa bangga akan hal itu. Tetap budayakan budaya leluhur yaaa...

    BalasHapus
  3. Mantap, kita jadi tau macam macam naskah kuno

    BalasHapus
  4. Mantap veny.....saya dukung ini

    BalasHapus
  5. bermanfaat sekali nih, kembangkan ven;)

    BalasHapus
  6. Wah tulisan pertamanya sangat bermanfaat!

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat,, kembangkan lagi ven

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat. Terimakasih postingannya

    BalasHapus
  9. sangat bermanfaat sekali postingannya

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat. Dan semoga bisa di kembangkan kembali

    BalasHapus

TRADISI PENYEPUTAN NASKAH KUNO