Hallo, hari ini saya ingin menceritakan pengalamanku, tetapi kali ini masih belum jauh dari sejarah naskah kuno. Ditulisanku sebelumnya aku menulis tentang perjalananku mencari naskah kuno. Nah kali ini aku ingin menceritakan perjalananku mencari naskah kuno sasak dengan tradisi nyeput nya. Jadi tradisi nyeput adalah tradisi yang dikenal oleh masyarakat sasak yang dimana tradisi ini dapat diartikan sebagai tradisi memilih salah satu lembar naskah yang berada pada satu takepan lalu naskah yang kita pilih akan dibacakan dan dimaknai dan konon katanya makna dari selembar takepan yang diambil akan menjadi kenyataan atau dapat dikatakan sebagai ramalan.

persiapan nyeput
Perjalananku dimulai hari Kamis, 07 november 2019 sekitar pukul 14.00 bersama 13 temanku. Kami pergi ke rumah Mamiq Upi, yang di mana isi blog saya sebelumnya sudah menjelaskan kalau beliaulah salah satu orang yang menggali atau orang yang mengerti arti dari naskah kuno.dalam perjalanan kami kerumah Mamiq Upi, sebelumnya kami mampir dulu di rumah teman kami untuk beristirahat.

foto saat nyeput
Pukul 15.00 saya beserta kawan-kawan melanjutkan perjalanan kerumah Mamiq Upi. Sesampai kami di sana, kami disambut oleh Mamiq dan istrinya. Kamipun dipersilahkan duduk oleh mamiq Upi. Sebelum memulai tradisi nyeput mamiq menyuruh kami bertanya mengenai nyeput ini. Mamiq Upi bercerita bahwa beliau pernah melakukan juputan 3 kali dan isinya sama, isi dari nyeputannya adalah beliau tidak pernah ada di rumah dan memang terbukti bahwa beliau tidak pernah ada di rumah dan tahun 2010 barulah beliau pulang ke rumah. Sebenarnya nyeput ini dibacakan pada malam hari, lalu dianjurkan untuk menutup mata dan mempunyai niat yang baik-baik dan bagus. Yang disiapkan dalam nyeputan adalah segelas air putih, bunga dan takepan.takepan yang kami gunakan adalah takepan puspekreme. Baiklah kita lanjutkan lagi ke proses jeputan yang dimana yang harus dilakukan pertama kali,yaitu anda harus berfikir yang baik-baik untuk masa depan bukan untuk menemukan cinta atau bagaimana jodohnya nanti. Kedua, membaca bismillah dan sabagainya. Yang ketiga, dianjurkan untuk menutup mata dan harus fokus. Yang keempat mengambil selembar takepan lalu takepan tersebut dibacakan tembangnya barulah diartikan maksud dari takepan yang dipilih. Kamipun melakukan nyeput secara bergiliran dan alhamdulillah hasil dari nyeput kami semua bagus-bagus. Setelah semua selesai kamipun berpamitan dan berterima kasih kepada Mamiq sudah berkenan berbgai ilmu tentang nyeputan dan semoga bermanfaat bagi kami kedepannya, Amin. Sebelum kami pulang kami disuruh untuk membasuh mata dengan segelas air yang disediakan yang bertujuan agar yang melakukan nyeputan itu tidak selalu memikirkan apa isi dari nyeputannya.
Mungkin ini saja pengalaman saya dalam nyemputan, semoga ini bermanfaat bagi saya dan pembaca yang ingin lebih mengetahui lebih dalam tentang naskah kuno.
wassalammualaikum wr. wb

foto bersama kawann-kawan dan Mamiq Upi
sangat bermanfaat kakak
BalasHapusMenarik untuk dibaca :)
BalasHapusNambah ilmu lagi sya baca postingan ini. Terimakasih kakak :)
BalasHapusLengkap ya, seperti hidup ku saat dengan dia:)
BalasHapusbermanfaat banget kak
BalasHapusKeren kak
BalasHapusKeren sekali
BalasHapusWaaah bagus sekali kak! Sangat bermanfaat>_<
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah, ilmu nambah
BalasHapusMasya Allah kaka, sangat bermanfaat buat saya. Tetap kembangkan ya kak. Bangga sama kaka,
BalasHapusMenarik untuk dibaca mbak...
BalasHapusmksh untuk tulisannya buat wawasan saya bertambah
Sangat bermanfaat #budayasasak
BalasHapusBagus kak
BalasHapusBagus kak
BalasHapusBagus kak
BalasHapusLuar biasa semangt terus buat penulis 🌹
BalasHapusperjalanan yang menyenangkan
BalasHapus